Album Review: ‘Sinestesia’ by Efek Rumah Kaca

Untuk para pecinta musik indie, pasti sudah tidak asing lagi dengan band yang satu ini. Band yang bisa dibilang ‘senior’ di kancah musik indie tanah air ini memang selalu melahirkan karya-karya yang melekat di telinga dan benak para pendengarnya. Mulai dari album pertama mereka; ‘Efek Rumah Kaca’ (2007), lalu album kedua ‘Kamar Gelap’ (2008), dan yang terakhir yaitu ‘Sinestesia’ (2015).

Pada album ketiga mereka ini, mereka mempersembahkan sebuah karya yang istimewa dan punya arti yang sangat dalam. Meski semua lagu di album ini berdurasi cukup lama, yaitu lebih dari 7 menit, namun mereka tetap bisa membuat siapapun yang mendengarnya tidak merasa bosan.

Ada enam lagu di dalam album ini: Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih, dan Kuning. Semua lagu terdiri dari dua segmen. Seperti, ‘Biru’ yang terdiri dari ‘Pasar Bisa Diciptakan’ dan ‘Cipta Bisa Dipasarkan’. Atau, ‘Putih’ yang terdiri dari ‘Ada’ dan ‘Tiada’. Jika kalian pernah mendengar dua album sebelumnya, kalian pasti bisa mengetahui perbedaannya. Dimana pada album ketiga mereka ini, mereka memainkan musik yang lebih berwarna dan lebih santai dari dua album sebelumnya. Namun, persamaannya terletak pada lirik-liriknya yang begitu dalam.

Lagu-lagu pada album ini bisa dibilang kurang cocok untuk dimainkan bersama-sama disaat nongkrong bareng teman-teman sambil bernyanyi bersama. Lagu-lagu di album ini lebih cocok didengarkan sendirian, atau saat sedang santai berada di rumah.

Ini adalah salah satu lagu dari album ‘Sinestesia’ yang kita favoritkan. Selamat mendengarkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s